asal_usul dan filosofi tokoh pewayangan semar

Diposting oleh korowelang pada 09:03, 04-Nov-11 • Di: budaya indonesia , filosofi kebudayaan

yoman...smg kita slalu dalam perlindunganNYA.N,kali ini ane mau berbagi tentang pesan yg ada dari tokoh pewayangan,semar namay.sbenary bnyak versi dalam penafsirany tapi intiny ane rasa sama masih tentang bagaimana sharusy manusia hidup,penasaransmile?? Langsung j kita ke tkp

sekilas tentang semar

tokoh Semar pertama kali ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala. Selain dalam bentuk kakawin, kisah Sudamala juga dipahat sebagai relief dalam Candi Sukuh yang berangka tahun 1439 ni candi lmyan deket ma kampung ane sobmrgreen.Dalam pewayangan dikisahkan, Batara Ismaya sewaktu masih di kahyangan sempat dijodohkan dengan sepupunya yang bernama Dewi Senggani. Dari perkawinan itu lahir sepuluh orang anak, yaitu: Batara Wungkuham Batara Surya Batara Candra Batara Tamburu Batara Siwah Batara Kuwera Batara Yamadipati Batara Kamajaya Batara Mahyanti Batari Darmanastiti Semar sebagai penjelmaan Ismaya mengabdi untuk pertama kali kepada Resi Manumanasa, leluhur para Pandawa. Pada suatu hari Semar diserang dua ekor harimau berwarna merah dan putih. Manumanasa memanah keduanya sehingga berubah ke wujud asli, yaitu sepasang bidadari bernama Kanistri dan Kaniraras. Berkat pertolongan Manumanasa, kedua bidadari tersebut telah terbebas dari kutukan yang mereka jalani. Kanistri kemudian menjadi istri Semar, dan biasa dipanggil dengan sebutan Kanastren. Sementara itu, Kaniraras menjadi istri Manumanasa, dan namanya diganti menjadi Retnawati, karena kakak perempuan Manumanasa juga bernama Kaniraras.

filosofi semar

dari ujung kaki ampe ujung kepala semar ternyata punya makna yg dalam.Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya :“Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”. Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/ pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Semarsebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat”. Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. Ciri sosok semar adalah : Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya Kebudayaa Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar,jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa. Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa. Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi : Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati. Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma“, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”. Filsafat Ha-Na-Ca- Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri

thanx buat "http://www.alangalangkumitir.wordpress.com">alang-alang kumitir sbg sumber postingan ane.Terus pelajari budaya bangsa sendiri

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

6 tanggapan untuk "asal_usul dan filosofi tokoh pewayangan semar"

Aphex pada 11:04, 04-Nov-11

mantap sob, kunbalnya ditunggu sob. Thx biggrin

Korowelang blog pada 12:44, 04-Nov-11

@aphex cipp lngsung merapat sobbiggrin

Aank Wijaya pada 14:00, 04-Nov-11

kunjungan malam sob...d tunggu knjungan bliknya...mrgreen

Korowelang blog pada 00:55, 05-Nov-11

@aank cipp

Dicky | More Than Just A Blog pada 12:00, 07-Nov-11

mantaff sob.. lnjtkan sharingnya.. smile

mampir + klik iklan diblog ane ya sob.. thax bantuannya smile

Korowelang blog pada 17:26, 08-Nov-11

@Dicky | More Than Just A Blog,
thanx gan udah mampirsmile,siap lngsung merapat

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar